Niat shalat isya’ dan waktu shalat isya’

Assalamualaikum.. Puji syukur kepada Allah kita bisa bertemu kembali. Gimana masih ingat dengan bacaan niat shalatnya? Lupa-lupa ingat atau lupa sama sekali? Baik kali ini kita mengulas kembali pelajaran tentang hafalan niat shalat maktubah. Bila pertemuan sebelumnya kita sudah membahas tentang niat shalat maghrib dan waktu shalat maghrib, kali ini kita akan belajar besama tentang niat shalat isya’ dan waktu shalat isya’.

shalat isya

Waktu shalat isya’ :

Waktu shalat isya’ dimulai sejak hilangnya waktu shalat maghrib, yaitu ketika awan merah/jingga (mega merah) dilangit mulai pudar dan hilang. Sama sekali dilangit tidak ada awan yang berwarna jingga. Berakhir sampai munculnya cahaya yang menerangi langit yang disebut dengan fajar shidiq. Perlu diketahui bahwa fajar ada dua, yaitu fajar kidzib (fajar pertama sebelum fajar shidiq muncul, tandanya sinar yang memanjang dilangit) dan fajar shidiq.

Waktu isya’ merupakan waktu shalat maktubah yang paling lama, sekitar sembilan jam lebih untuk wilayah di Indonesia. Untuk wilayah lain diseluruh dunia tentu berbeda, tergantung letak geografis negara tersebut. Bisa lebih lama, bisa pula lebih sebentar, bisa juga sama.

Niat shalat isya’ : 

اُصَلِّى فَرْضَ الْعِشَاءِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً (مَاءْمُوْمًا/اِمَامًا) للهِ تَعَالَى

Ushalli fardhal isyaa’i arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an (ma’muuman / imaaman) lillaahi ta’aala

Artinya :

“Saya berniat shalat fardhu isya’ empat rakaat menghadap kiblat (menjadi makmum / menjadi imam) karena Allah ta’ala.”

Dalam niat shalat ketika kita shalat sendirian maka kalimat “ma’muuman / imaaman” tidak usah dibaca. Langsung saja. Perlu diingat juga bahwa mengucapkan niat di hati ketika kita sedang bertakbiratul ihram, yaitu saat mengucapkan Allaahu akbar, tangannya diangkat, hatinya berniat dan fikirannya fokus dengan lafadz Allah.

Dalam pelafalan niat ini sendiri ulama berbeda pendapat, ada yang memperbolehkan mengucapkan niat ketika hendak shalat sebelum takbiratul ihram, guna mempermudah hati ketika berniat saat takiratul ihram. Ada pula yang tidak memperbolehkannya. Yang jelas-jelas tidak boleh yaitu melafalkan niat sebelum takbiratul ihram tapi ketika takbiratul ihram sendiri tidak berniat dalam hatinya. Tentu dalam hal ini shalatnya pun tidak sah karena tidak berniat ketika takbiratul ihram.

Demikian penjelasan tentang niat shalat isya’, waktu shalat isya’ dan tata cara niat, semoga bermanfaat. Apabila ada kekurangan dan kesalahan tentang niat shalat isya’ dan waktu shalat isya’ ini mohon masukannya. Wassalam..

Niat shalat isya’ dan waktu shalat isya’ | admin | 4.5