Niat shalat maghrib dan waktu shalat maghrib

Assalamualaikum.. Alhamdulillah kita bertemu kembali dalam majelis ilmu mengkaji tentang-tentang ilmu-ilmu agama. Sejak kecil kita sering diajari oleh orang tua kita atau oleh guru ngaji kita tentang niat shalat fardhu lima waktu. Karena masih kecil dan sering mendengarkan guru mengajari kita sampai-sampai kita hafal di luar kepala, walaupun kita sendiri masih belum bisa membaca dan menulis huruf arab. Setelah dewasa karena kesibukan sehingga kita lupa dengan niat shalat fardhu tersebut, apalagi bila ada anak kecil menanyakan hal terebut, kitanya tidak hafal. Disini saya mau berbagi agar mempermudah belajar. Baik kali ini kita akan belajar bersama-sama dalam membahas tentang niat shalat fadhu maghrib dan waktu shalat maghrib.

niat shalat

Waktu shalat maghrib :

Waktu shalat maghrib dimulai sejak habisnya waktu shalat ashar, yaitu dimulai sejak tenggelam sempurnanya matahari di ufuk barat (matahari total tidak kelihatan), diwaktu yang bersamaan di langit ada awan yang berwarna merah (mega merah/jingga) karena pancaran sinar matahari yang masih mengenai awan tersebut. Sedangkan akhir dari waktu shalat maghrib yaitu ketika awan merah/jingga tadi lama kelamaan akan pudar dan hilang. Saat itulah waktu shalat maghrib berakhir.

Ditiap-tiap wilayah di berbagai belahan dunia lamanya waktu shalat bisa berbeda-beda tergantung letak geografisnya. Termasuk waktu maghrib, di Indonesia sendiri waktu maghrib sekitar satu jam.Tentu di negara-negara lain waktu maghrib bisa lebih pendek atau mungkin lebih panjang.

Niat shalat maghrib :

اُصَلِّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً (مَاءْمُوْمًا/اِمَامًا) للهِ تَعَالَى

Ushallii fardhal maghribi tsalaatsa raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an (ma’muuman / imaaman) lillaahi ta’aalaa

Artinya :

“Saya berniat shalat fardhu maghrib tiga rakaat menghadap kiblat (menjadi makmum / menjadi imam) karena Allah ta’ala.”

Apabila shalatnya sendirian maka kalimat “ma’muuman/imaaman” jangan dibaca, langsung saja. Perlu diingat bahwa niat letaknya di hati, maka ucapkanlah niat shalat ketika kita takbiratul ihram (mulut mengucap Allahu akbar, tangan mengangkat tangan, hati berniat, fikiran ingat dengan lafadz Allah).

Boleh juga mengucapkan niat ketika sebelum takbiratul ihram dengan bersuara pelan guna untuk mempermudah/menuntun hati agar ketika niat bisa lancar mengucapkannya. Walaupun pelafalan niat sebelum takbiratul ihram banyak yang menentang pula.

Demikian penjelasan waktu shalat, niat shalat maghrib dan tatacara berniat, semoga bermanfaat. Apabila ada kekurangan dan kesalahan mohon masukannya tentang niat shalat maghrib dan waktu shalat waghrib ini. Wassalam..

Niat shalat maghrib dan waktu shalat maghrib | admin | 4.5