Niat shalat shubuh dan waktu shalat shubuh

Assalamualaikum.. Alhamdulillahi rabbil’alamiin, kita haturkan puja dan puji syukur kepada Allah SWT. semoga kita semua selalu berada dalam lindungan dan limpahan karunia-Nya. Dalam banyak keterangan dijelaskan bahwa amalan yang pertama kali di hisab adalah shalat. Seperti shalat fardhu, sunah dan lain sebagainya. Ada pula shalat karena ada sesuatu, seperti shalat istisqa (minta hujan), shalat mayyit, shalat kusuf/khusuf dan masih banyak lainnya. Sebelum belajar lebih jauh tentang shalat, mari kita belajar tentang awal mula shalat, yaitu niat. Kali ini kita hanya sebatas membahas niat shalat shubuh, untuk niat shalat lainnya insyaAllah dilain kesempatan. Berikut penjelasan tentang niat shalat shubuh dan waktu shalat shubuh.

shalat shubuh

Shalat diawali dengan niat, bila shalat tidak berniat maka shalatnya pun tidak sah karena niat merupaka rukun pertama dalam shalat. Niat letaknya dihati, maka ketika melafalkan niat tidak dibarengi dengan takbiratul ihram maka shalatnya pun tidak sah pula. Yang benar adalah ketika takbiratul ihram mengucapkan “Allahu akbar”, tangannya diangkat disamping kepala, hatinya berniat shalat fardhu, fikirannya fokus ke Allah (takbiratul ihram dikerjakan dalam satu kali tarikan nafas lalu menahannya). Boleh juga melafalkan niat sebelum takbiratul ihram tapi ketika takbiratul ihram harus dibarengi dengan niat. Cukup susah memang, butuh latihan berulang-ulang.

Waktu shalat shubuh :

Waktu shalat shubuh diawali dari habisnya waktu shalat isya’, yaitu semenjak munculnya fajar shadiq. Fajar shidiq yaitu berupa cahaya terang dilangit tanda bahwa matahari akan segera muncul dari ufuk timur. Sedangkan waktu akhirnya yaitu sampai munculnya matahari dari arah timur. Waktu shalat shubuh termasuk waktu shalat yang pendek, yaitu sekitar satu jam. Maka bila mendengar adzan shubuh telah berkumandang segeralah bergegas untuk melaksanakan shalat subuh.

Niat shalat shubuh :

اُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً (مَاءْمُوْمًا \ اِمَامًا) للهِ تَعَالَى

Ushalli fardhash shubhi rak’atani mustaqbilal qiblati adaa’an (ma’muuman / imaaman) lillaahi ta’ala

Artinya :

“Saya berniat shalat fardhu shubuh dua rakaat menghadap kiblat (menjadi makmum / menjadi imam) karena Allah ta’ala”.

Kalimat yang dalam kurung itu bila kita menjadi makmum maka yang dibaca “ma’muuman”nya dan bila kita menjadi imam maka yang dibaca “imaaman”nya. Apabila shalat sendirian maka kalimat “ma’muuman / imaaman” tidak usah dibaca, langsung saja.

Demikian niat shalat shubuh, waktu shalat shubuh dan penjelasan niat, semoga bermanfaat. Apabila ada kekurangan dan kesalahan mohon masukannya untuk niat shalat shubuh dan waktu shalat shubuh ini. Wassalam..

Niat shalat shubuh dan waktu shalat shubuh | admin | 4.5