Tata cara shalat sunah rawatib (qabliyah dan bakdiyah)

Assalamulaikum.. Puji kepada Allah yang selalu memberikan kenikmatanya kepada kita semua, dan semoga kita selalu ada dalam lendungannya, aamiin. Sahabat pernah melihat orang-orang yang shalat sendiri-sendiri sebelum shalat fardhu dan setelah shalat fardhu atau pernah mengerjakan shalat sunah rawatib sendiri? Terkadang kita kurang tau tentang tata cara dalam melaksanakannya. Oleh karena saya bagikan tentang tata cara shalat sunah rawatib (qabliyah dan bakdiyah) berikut ini.

niat shalat

Shalat sunah rawatib merupakan shalat sunah yang mengiringi shalat fardhu lima waktu (shalat maktubah). Hukumnya sunah, jadi tidak mengerjakannya pun tidak mengapa namun tidak mendapatkan keutamaan shalat sunah tersebut. Karena bila diibaratkan dengan burung, shalat maktubah itu badannya sedangkan shalat rawatib adalah sayapnya. Burung yang bersayap tentu lebih elok, sempurna dan bisa terbang. Sehingga disamping ada kesunahan-kesunahan lain dalam mengerjakan shalat maktubah tentu akan lebih sempurna lagi bila di barengi dengan shalat rawatib.

Dalam melaksanakannya shalat sunah rawatib ini dikerjakan dua rakaat. Ada juga yang dikerjakan empat rakaat dengan dua kali salam (dua kali shalat sunah). Dalam melaksanakan shalat sunah rawatib ini juga ada istilah “qabliyah” dan “ba’diyah”, yaitu bila qabliyah merupakan shalat sunah rawatib yang dikerjakan sebelum shalat fardhu dilakukan. Sedangkan shalat sunah ba’diyah merupakan shalat rawatib yang dikerjakan sesudah melaksanakan shalat fardhu. Namun dalam pelaksanaannya tidak semua fardhu maktubah ada shalat qabliyah dan bakdiyahnya. Lebih jelasnya sebagai berikut :

  1. Maghrib : hanya bakdiyah saja, tidak ada qabliyahnya.
  2. Isya : qabliyah dan bakdiyah.
  3. Shubuh : hanya qabliyahnya saja, tidak ada bakdiyahnya.
  4. Zduhur : qabliyah dan bakdiyah (bakdiyah dikerjakan bisa dua rakaat atau empat rakaat dengan dua kali salam/dua kali shalat sunah).
  5. Ashar : qabliyahnya saja, tidak ada bakdiyahnya (shalat sunah bakdiyah ashar dikerjakan dua rakaat atau bisa juga dikerjakan empat rakaat dengan dua kali salam/dua kali shalat sunah).

Shalat sunah bakdiyah yang dilakukan setelah shalat fardhu shubuh dan ashar itu tidak boleh, hukumnya haram.

Dalam mempraktekannya shalat sunah rawatib ini sama halnya seperti shalat sunah pada umumnya seperti niat, takbiratul ihram, al-fatihah, ruku, sujud dan bacaan lainnya. Namun ada beberapa sedikit perbedaan dengan shalat lainnya, yaitu sebagai berikut :

  1. Mengerjakan shalat sunah rawatib tidak didahului dengan adzan maupun iqamah layaknya shalat fardhu.
  2. Dikerjakan secara munfarid, yaitu sendiri-sendiri.
  3. Bacaannya tidak keraskan (sirri), cukup hanya telinga kita sendiri saja yang tahu.
  4. Dikerjakan dua rakaat. Apabila empat rakaat maka dua kali salam, yaitu dua kali shalat sunah rawatib.
  5. Hendaknya tempat melaksanakan shalat sunah rawatib bergeser sedikit, berpindah dari tempat semula antara shalat sunah rawatib dengan shalat fardhu berbeda tempat.
  6. Hendaknya rakaat pertama dalam shalat sunah rawatib surat yang dibaca yaitu al-Kafirun dan rakaat kedua yang dibacanya surat al-Ikhlash.

Contoh niat shalat sunah rawatib :

Niat shalat sunah qabliyah isya :

اُصَلِّى سُنَّةَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً للهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal ‘isya i rak’ataini qabliyyatal lillaahi ta’ala

Artinya :

“Saya berniat mengerjakan shalat sunnah qabliyah (sebelum) isya karena Allah taala”

Niat shalat sunah bakdiyah isya :

اُصَلِّى سُنَّةَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً للهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal ‘isya i rak’ataini ba’diyyatal lillaahi ta’ala

Artinya :

“Saya berniat mengerjakan shalat sunnah ba’diyah (sesudah) isya karena Allah taala”

Demikian tentang tata cara shalat sunah rawatib, semoga bermanfaat. Apabila ada kekurangan dan kesalahan mohon masukannya untuk tata cara shalat sunah rawatib (bakdiyah dan qabliyah) ini. Wassalam..

Tata cara shalat sunah rawatib (qabliyah dan bakdiyah) | admin | 4.5