Tatak rama berdoa

Assalamulaikum.. Alhamdulillah ketemu lagi. Setiap manusia pasti punya kelemahan sehingga membutuhkan orang lain untuk membantunya. Itu pun minta bantuannya harus dengan sopan santun. Maka meminta/berdoa kepada Allah tentu haruslah lebih beretika lagi. Berikut Taktakrama berdoa.

doa depan kabah

Di ambil dari kitab Abwaj al-Faraj karya as-Sayyid Muhammad bin Alawy al-Malikky al-Hasany di jelaskan bahwa etika dalam berdoa itu ada sepuluh perkara, yaitu ?

  1. Senantiasa melihat tempat dan waktu yang mustajabah yaitu dikabulkannya doa tersebut, seperti ketika di Arafah, pada bulan suci Ramadhan, pada hari jumat, pada waktu sahur (shalat tahajud), seperti yang Allah firmankan dalam surat adz-Dzariyat ayat 18 yang artinya : “Dan dalam waktu sahur mereka senantiasa memohon ampun.”
  2. Hendaklah melihat saat-saat yang mulia. Seperti ketika turun hujan, setelah iqamah untuk melaksanakan sholat fardhu, antara adzan dan iqamah serta ketika pada saat sujud.
  3. Hendaklah berdoa menghadap kiblat dengan mengangkat tangan dan mengusapkan ke wajah selepas berdoa.
  4. Hendaklah berdoa dengan suara yang tidak terlalu keras, juga tidak terlalu pelan. Seperti yang di firmankan Allah dalam alQur’an surat al-Isra’ yang artinya : “Dan janganlah mengeraskan suara ketika berdoa dan jangan pula terlalu memelankannya.”
  5. Hendaklah berdoa dengan sungguh-sungguh dan tidak main-main.
  6. Berdoalah dengan at-Tadharru’ (benar-benar membutuhhkan), al-Khusyu’ (datangnya hati kepada Allah). Seperti yang firmankan Allah dalam surat al-A’raf ayat 55 yang artinya : “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampui batas”.
  7. Hendaklah berdoa dengan penuh keyakinan bahwa doa yang di panjatkan itu benar-benar di terima oleh Allah SWT. Rasulallah menyatakan dalm sabdanya : “berdolah kepada Allah sementara kalian benar-benar yakin bahwa doa tersebut akan di kabulkan oleh-Nya”.
  8. Hendaklah mengulang-ngulang doa tesebut sampai tiga kali dan tidak berfikiran bahwa doa yang di panjatkannya itu akan lama di kabulkan oleh Allah SWT.
  9. Hendaklah memuali doa dengan dzikir kepada Allah dan memuji-Nya, lalu bershalawat kepada Nabi sekaligus mengakhirinya dengan kedua hal tesebut.
  10. Yang terkahir yaitu yang di sebut dengan adab al-bathin (etika bathin) dan hal ini pulalah yang menjadi kunci di kabulkannya doa. Yakni bertaubat, menghadap kepada Allah serta mempunyai keinginan yang kuat untuk di terima doanya.

Semoga setelah membaca artikel ini agar segera memperbaiki apa yang kurang dan apa yang salah dalam beretika ketika berdoa kepada Allah SWT.

Semoga bermanfaat. Apabila ada kekurangan dan kesalahan mohon masukannya untuk tatakrama berdoa ini. Wassalam..

Tatak rama berdoa | admin | 4.5